Wilayah Tulang Bawang

Sai Bumi Nengah Nyappur julukan untuk wilayah yang didiami anak keturunan kerajaan Megoupak atau kerajaan To-Lang P’o-Hwang di sepanjang daerah aliran sungai Way Tulang Bawang.

Baiklah sobat, kita akan sedikit mengulik wilayah Tulang Bawang, sai bumi nengah nyappur. Luas wilayahnya adalah 3.466,32 Km2 (tiga ribu empat ratusan kilometer persegi) terbesar ke-3 di Provinsi Lampung setelah Way Kanan (3.921,63 km2) dan Lampung Tengah (3.802.68 km2).

Dengan luas wilayah ini artinya Tulang Bawang lebih luas sedikit ketimbang Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki luas 3.185,80 Km2 dan ternyata 5 kali lipat dari luas daratan DKI Jakarta yang hanya 662,33 Km2.

Namun begitu dari segi jumlah penduduk Tulang Bawang termasuk daerah yang belum padat penduduknya. Jika DKI Jakarta kepadatan penduduknya mencapai 16.663 jiwa perkilometer persegi, Tulang Bawang hanya 124 jiwa perkilometer persegi. Jauh banget kan ya..ngapain juga dibandingin dengan Jakarta yang luas wilayahnya lebih kecil..hehe.

Tulang Bawang memiliki 15 kecamatan dan 152 kelurahan atau kampung. Hampir keseluruhan wilayah kecamatan dan kelurahan di Tulang Bawang berada di dataran rendah, wilayah paling tinggi hanya 44 mdpl di Kecamatan Banjar Agung.

Sebagian lagi wilayahnya berada di daerah aliran sungai Tulang Bawang, daerah pinggiran pantai dan rawa pertambakan.

Potensi paling tinggi bagi mata pencaharian penduduk adalah pertanian dan perikanan. Kebun-kebun singkong, karet, sawit dan areal persawahan banyak dikembangkan di daerah subur ini. Di Sungai Tulang Bawang yang panjangnya mencapai 136 km dengan luas tangkapan 1.2285 kilometer persegi ini banyak terdapat nelayan pencari ikan.

Berbagai jenis ikan air tawar banyak dihasilkan oleh nelayan, di pinggiran jalan menuju bukit Cakat akan terlihat deretan penjual aneka jenis ikan yang telah dikeringkan dan ikan segar.

Daerah pesisir pantai timur Tulang Bawang terhampar areal pertambakan dengan cabang-cabang sungai yang cukup banyak bermuara ke Laut Jawa. Areal pertambakan di Kecamatan Rawa Jitu sampai di tepian CV Bratasena Adiwarna di Kecamatan Dente Teladas.

Wah, kalau semua mau diulik, potensi Kabupaten ini tak mudah diselesaikan dalam sekali tulisan. Semoga ulasan pertama ini sedikit memberikan gambaran bagi para sobat sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *